
Apakah kamu pernah merasakan ketika tren baru saja menggeser makna apa yang sebelumnya telah dipahami? Mungkin kamu melihat sebuah fenomena sosial baru saja muncul, seperti influencer atau TikTok, dan secara tiba-tiba, semua orang mulai menggunakan istilah-istilah terkait tersebut. Tren ini dapat membuat kita merasa ketinggalan atau bingung karena tidak terbiasa dengan apa yang baru saja muncul.
Ketika Makna Menggeser Tren
Sebuah tren baru saja muncul, seperti tren baru di sebuah bandara atau aplikasi baru di ponsel. Dengan cepat, banyak orang mulai menggunakan tren tersebut karena perasaan bahwa ini adalah sesuatu yang “modis” dan “penting”. Namun, seiring waktu, kita menyadari bahwa makna dari tren itu sendiri sudah mengalami perubahan.
- Tren dapat mengubah cara kita berbicara dan menggunakan bahasa.
- Tren dapat membuat kita merasa ingin “bersama” dengan orang lain, karena kita rasa tren tersebut adalah sesuatu yang sangat populer atau penting.
- Tren juga dapat membuat kita ketinggalan saat-saat berbahayamu.
Contoh dari tren ini adalah ketika “influencer” mulai populer. Awalnya, orang-orang baru saja memahami siapa itu influencer dan apa yang mereka lakukan. Namun, seiring waktu, banyak orang menjadi influencer sendiri hanya karena rasa ingin menjadi seperti mereka.
Menghadapi Perubahan Makna
Agar tetap relevan dengan perkembangan tren tersebut, kita harus bersedia menghadapi perubahan makna dari tren itu sendiri. Artinya adalah kita harus belajar untuk terbiasa dengan apa yang baru saja muncul dan kemudian mengadaptasi diri kita sendiri.
Selain itu, kita juga harus ingat bahwa tidak ada tren apapun yang abadi. Semua tren pasti memiliki akhirnya, dan saat itu adalah saat kita harus belajar untuk teruskan perkembangan diri kita sendiri.