
Di era digital ini, anak muda sering kali dianggap sebagai penggemar masa lalu. Mereka lebih suka memeluk tradisi daripada mengusirnya. Tapi apakah tradisi itu benar-benar penting untuk mereka? Apakah mereka harus memilih antara mewarisinya atau mengkritisikannya?
Apakah Tradisi Penting Bagi Anak Muda?
Mengutip kata dari Paul Dirac, seorang fisikawan Inggris yang terkenal dengan teori relativitas, “Sangat sulit untuk menolak sebuah keadaan karena tidak tahu apa yang akan berikutnya.” Itu juga bisa diterapkan pada tradisi. Banyak anak muda yang merasa tidak nyaman dengan banyak hal dalam kehidupan mereka, tetapi ketika mereka menemukan sesuatu yang membuat mereka merasa nyaman dan terhubung dengan masa lalu, maka itu sudah menjadi bagian dari dirinya. Mereka mungkin mengambil tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas mereka.
Contoh Seorang Musikawan
Misalnya, seorang anak muda bernama Aria yang suka memainkan alat musik tradisional di Indonesia. Suatu hari, ia dipaksa untuk menghilangkan lagunya saat pertunjukan dengan band modern. Meskipun tidak disukai banyak orang, Aria tetap menentang keputusan tersebut. Ia membawa instrumen klasik-nya ke panggung dan memainkannya tanpa ragu, bukan hanya untuk memamerkan dirinya sendiri, tetapi sebagai bagian dari tradisi yang ia cintai. Dengan demikian, Aria berhasil menghidupkan kembali kesadaran akan pentingnya nilai-nilai budaya di kalangan anak muda.
Mengkritiskan atau Mewarisinya?
Namun, tidak semua tradisi harus dipeluk tanpa kritik. Banyak yang memiliki asal usul tertentu dan telah berkembang melalui proses sosial dan budaya yang kompleks. Anak muda perlu mempertimbangkan bagaimana tradisi itu membawa manfaat bagi mereka sendiri dan masyarakat, serta apakah ada aspek dari budaya tersebut yang dapat diubah atau diperbarui.
Contoh Seorang Pengusaha
Misalnya, seorang anak muda bernama Felix yang ingin mendirikan bisnis. Ia sangat suka mempelajari kebudayaan lama dan ingin menggunakan tradisi sebagai inspirasi untuk bisnis baru-nya. Namun, ia juga sadar bahwa banyak di antara tradisi tersebut memiliki arti tertentu yang harus dipahami dengan tepat sebelum diwujudkan kembali. Dengan demikian, Felix mencoba mempelajari tentang kebudayaan lama dan mencari bagaimana ia bisa mengadaptasinya ke dalam bisnis modern-nya.
Kesimpulan
Tradisi memang sangat penting bagi anak muda. Mereka bisa menjadi penggemar masa lalu, tetapi mereka juga perlu mengkritiskan dan memilih bagaimana tradisi tersebut apakah sebaiknya diwujudkan kembali dalam kehidupan mereka.
Bagaimana Anak Muda Menjadi Pemeluk atau Kritikus Tradisi?
- Pelukan: anak muda mengambil tradisi sebagai bagian dari identitas dan warisan budayanya, serta mencoba untuk melestarinya.
- Kritikus: anak muda mengambil tradisi secara netral untuk memahami bagaimana aspek-aspek tertentu dari budaya tersebut memiliki manfaat bagi mereka sendiri dan masyarakat.
Terakhir, anak muda perlu mengingat bahwa tradisi bukan hanya sekedar tentang kebudayaan yang dipeluk, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa menggunakan nilai-nilai budaya tersebut untuk meningkatkan diri dan kemampuan kita sendiri.