
Di era digital ini, kita sering menemukan diri kita di depan layar komputer atau ponsel. Kita berinteraksi dengan orang lain melalui media sosial, berdiskusi secara online, dan bahkan melakukan transaksi dengan jarak jauh. Namun, ketika kita berbicara tentang tema antargenerasi, seperti generasi Z dan M, kita sering kali menemukan diri kita dalam kesulitan untuk memahami satu sama lain.
Saatnya Dengarkan dan Pahami Satu Sama Lain
Bayangkan kamu sedang berbicara dengan cucumu yang sudah dewasa. Kamu ingin tahu apa yang dia inginkan dalam hidupnya, namun kamu tidak percaya bahwa dia bisa memahami keinginanmu juga. Nah, hal yang sama terjadi antar generasi. Setiap generasi memiliki kebiasaan, nilai, dan bahasa yang berbeda-beda.
- Generasi Z (lahir tahun 1997-2012) sangat nyaman dengan teknologi digital, mereka menggunakan media sosial secara intensif untuk berkomunikasi dengan teman-teman.
- Generasi M (lahir tahun 1981-1996) lebih fokus pada hubungan interpersonal dan menyukai untuk berinteraksi secara langsung dengan orang lain.
Selanjutnya, kita bisa membicarakan tentang generasi Z yang sangat sibuk karena kerja dan ingin memiliki penghasilan yang stabil. Mereka sering menghabiskan waktu di kantor dan berurusan dengan bisnis, sehingga mereka jarang mau untuk pergi ke luar kota.
Mengapa Perlu Dengarkan dan Pahami Satu Sama Lain?
Untuk dapat membantu generasi lain, kita harus menyadari bahwa setiap generasi memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Misalkan, jika kamu adalah orang tua dari generasi Z, kamu tidak perlu menilai mereka karena selalu bersendang dengan smartphone.
- Perlu diingat bahwa kita semua memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri. Kita tidak bisa mengatakan bahwa satu generasi lebih baik dari yang lain.
- Kita harus cenderung untuk mendengarkan dan memahami apa yang mereka ingin berikan kepada kita, bukan hanya memberikan saran atau opini.
Semua itu dapat membantu kita untuk meningkatkan komunikasi antar generasi. Saat kita lebih mengutamakan pendapat orang lain dalam hubungan keluarga, teman atau rekan kerja akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik dan tidak memandang seseorang hanya berdasarkan usia.
Bagaimana Bisa Kita Mulai?
Mulailah dengan mengingat pengalamanmu saat kamu masih muda. Perhatikan hal apa saja yang kamu inginkan dan bahkan apa saja yang memicu emosi kamu di masa lalu.
- Perhatikan bagaimana orang tua atau generasi lain mengungkapkan diri dan berkomunikasi denganmu. Tanyakan kepada mereka tentang hal-hal apa saja yang kamu ingin tahu.
- Mudah-mudahan setelah beberapa kali berbicara, kamu akan memiliki pemahaman yang lebih baik dan bisa memperbaiki hubunganmu dengan orang lain.
Semua itu hanya sebagai awal. Dengarkan satu sama lain dan pahami keinginan masing-masing, jangan menilai karena usia atau latar belakang. Saat kamu bisa mengerti dan memaafkan satu sama lain, hubunganmu akan menjadi lebih baik.
Konsumsi Penyayang
Terakhir, berikan penjelasan kepada generasi yang kamu temui untuk memberi mereka kesempatan untuk mengerti dan memaafkan satu sama lain. Dengan melihat perspektif orang lain, kita bisa belajar bagaimana berkomunikasi dengan lebih baik.
Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga bisa membantu teman-temanmu!